Minggu, 25 Juli 2010

Empat Golongan Lelaki yang Ditarik Masuk Neraka Oleh Wanita

Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah:

1. Ayahnya

Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat,mengaji dan sebagainya Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya. (p/s; Duhai lelaki yg bergelar ayah, bagaimanakah hal keadaan anak perempuanmu sekarang?. Adakah kau mengajarnya bersholat … ..menutup aurat?.. pengetahuan agama?.. Jika tidak cukup salah satunya, maka bersedialah untuk menjadi bahan bakar neraka jahannam.)

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yang alim dimana sholatnya tidak pernah bertangguh, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam neraka.

(p/s; Duhai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia?
Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya mengikut ketetapan syari’at, maka terimalah hakikat yang kau akan sehidup semati bersamanya di ‘taman’ neraka sana.)

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adiknya dibiarkan melencong dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

(p/s; Duhai lelaki yang mempunyai adik perempuan, jangan hanya menjaga amalmu, dan jangan ingat kau terlepas…
kau juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak…jika membiarkan adikmu bergelumang dengan maksiat… dan tidak menutup aurat.)

4. Anak-anak lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram di sisi Islam. bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata-ngatai dan sebagainya…maka anak itu akan disoal dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak….dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.

(p/s; Duhai anak2 lelaki…. sayangilah ibumu….
nasihatilah dia jika tersalah atau terlupa…. karena ibu juga insan biasa… sekali lepas dari melakukan dosa…
selamatkanlah dia dari menjadi ‘kayu api’ neraka….jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi penemannya.)
…………………………………………..
Lihatlah…..betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman Allah S.W.T;

“Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu….”

Senin, 19 Juli 2010

Sekolah Jerman Ajarkan Islam

BERLIN - Sekolah umum di Jerman tak lama lagi bakal mengijinkan siswa Muslim memperoleh
pelajaran tentang keyakinan mereka. Keputusan itu bagian dari rekomendasi hasil dialog
selama empat tahun, antara pemerintah Jerman dan komunitas Muslim.

"Melangkah ke depan, penerapan lebih jauh rekomendasi hasil dari Konferensi Islami Jerman
(DIK), untuk integrasi sosial dan keagamaan Muslim di Jerman, sangatlah krusial," ujar Menteri
Dalam Negeri, Wolfgang Schaeuble, dalam hari terakhir DIK, Kamis (25/6).

"Hal ini bisa menjadi contoh di dalam masyarakat kita untuk mengakui dan mengatasi semua
perbedaan yang timbul," imbuhnya. Salah satu rekomendasi utama adalah meresmikan
pengajaran Islam di sekolah umum dan membentuk jurusan teologi Islam di
perguruan-perguruan tinggi di Jerman.

"Status akademik dibutuhkan, karena teologi Islam berbasis di Jerman dapat menawarkan
jawaban tepat seputar masalah kehidupan Muslim dalam keragaman," ujar Wolfgang
"Sekaligus dapat mengangkat isu partisipasi mereka dalam diskursus politik umum negara," imbuhnya.

Orang tua siswa Muslim memang telah lama mengeluhkan sekolah umum yang tidak memberi
mata pelajaran agama untuk anak-anak mereka. Kini, mereka dapat berlega hati, meski hanya
beberapa sekolah yang dijadikan proyek awalan dalam pengajaran Islam untuk murid-murid
Islam.
Sekolah-sekolah Jerman saat ini telah mengajarkan pendidikan agama lain, yakni Yahudi,
Katholik, dan Portestan.
Selain pengajaran Islam dalam sekolah, pemimpin muslim dan pemerintah juga
merekomendasikan sekolah mengakomodasi keprihatinan para orang tua murid Muslim,
khususnya murid putri dalam mata pelajaran berenang yang bercampur dengan murid pria.
Rekomendasi lain juga menyatakan murid Putri dapat mengenakan jilbab di dalam sekolah,
bukan cadar.

DIK sendiri dibentuk oleh pemerintah pada 2006 lalu dalam upaya melakukan dialog antara
negara dan komunitas Muslim Mereka. Studi terbaru yang dilakukan oleh Kantor Federal di
Nuremberg urusan Migrasi dan Pengungsi (BAMF), memproyeksikan citra baru atas komunitas
Muslim Jerman. Komunitas tersebut, menurut studi, jauh dari selip pandangan negatif pada
umumnya yang terjadi pada komunitas Muslim di negara lain.

Lembaga itu menyatakan dalam studinya, Muslim lebih membaru ketimbang sebelumnya. Tak
hanya itu, mereka menemukan bahwa 45 persen Muslim di Jerman adalah warga negara asli.
Penemuan lain dalam studi sekaligus menjadi tanda keberhasilan pembauran, fakta lebih dari
separuh Muslim Jerman merupakan anggota asosiasi atau klub-klub Jerman. Perkumpulan itu
mulai dari klub olahraga, klub warga senior, perserikatan tenaga kerja, bukan klub yang mendasarkan keanggotaan pada asal-usulnya.

Sumber : Wahana Dakwah Islamiyah